<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Semua ada solusinya</title>
	<atom:link href="http://abaywijaya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abaywijaya.wordpress.com</link>
	<description>Ngabulatuk Ala Abay</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Aug 2008 06:44:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='abaywijaya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Semua ada solusinya</title>
		<link>http://abaywijaya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://abaywijaya.wordpress.com/osd.xml" title="Semua ada solusinya" />
	<atom:link rel='hub' href='http://abaywijaya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Content is The King</title>
		<link>http://abaywijaya.wordpress.com/2008/08/05/content-is-the-king/</link>
		<comments>http://abaywijaya.wordpress.com/2008/08/05/content-is-the-king/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 06:44:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Asep Bayu Ekawijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[web content]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abaywijaya.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda mengunjungi suatu website yang begitu mengesankan Anda hingga Anda mau menjelajah semua halaman yang ada di website tersebut? Bahkan Anda memasukkannya ke dalam daftar bookmark Anda sehingga Anda dapat segera mengkliknya jika Anda ingin mengunjunginya kembali? Jika pernah, apakah yang membuat Anda begitu betah berada di situs tersebut dan ingin mengunjunginya kembali berulang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abaywijaya.wordpress.com&amp;blog=852343&amp;post=29&amp;subd=abaywijaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda mengunjungi suatu website yang begitu mengesankan Anda hingga Anda mau menjelajah semua halaman yang ada di website tersebut? Bahkan Anda memasukkannya ke dalam daftar <em>bookmark</em> Anda sehingga Anda dapat segera mengkliknya jika Anda ingin mengunjunginya kembali? Jika pernah, apakah yang membuat Anda begitu betah berada di situs tersebut dan ingin mengunjunginya kembali berulang kali? Apakah desain grafisnya yang mentereng seperti rumah mewah di Pondok Indah? Ataukah animasinya yang canggih seperti pesawat tempur F-16?</p>
<p>Berdasarkan pengamatan saya selama bergelut dengan internet setidaknya ada 5 faktor yang membuat pengunjung betah berada di suatu website yaitu kecepatan, navigasi, kombinasi warna, interaktifitas dan konten. Tahukah Anda faktor mana yang membuat pengunjung ingin berkunjung kembali dan kembali lagi ke suatu website? Jawabannya <strong>konten</strong>!</p>
<p>Kecepatan dalam menampilkan website merupakan faktor pertama (walaupun bukan yang utama) yang akan mempengaruhi minat pengunjung. Pengunjung yang menggunakan koneksi <em>dial-up</em> mungkin akan mentoleransi faktor ini karena mereka maklum dengan kecepatan koneksi internetnya. Navigasi yang jelas dapat membuat website mudah untuk dijelajahi sehingga pengunjung tidak merasa tersesat di dalamnya. Kombinasi warna dapat membuat mata pengunjung merasa nyaman sehingga mampu bertahan lama dalam membaca dan melihat isinya. Interaktifitas (misalnya animasi flash interaktif atau program javascript) dapat membuat pengunjung merasa dilibatkan dalam website tersebut sehingga menambah nilai pengalaman (<em>experience</em>) mereka. Namun keempat hal tadi tidak dapat membuat pengunjung bermaksud kembali lagi kecuali karena faktor yang terakhir. Konten.</p>
<p>Konten yang menarik dan mempunyai nilai tertentu akan menimbulkan minat bagi para pengunjungnya untuk kembali dan kembali lagi. Seorang pecinta mancing akan selalu kembali berkunjung ke situs yang berisi informasi tentang memancing. Begitu pula bagi para pecinta kuliner, akan mencatat atau memasukan URL website yang menarik minatnya ke dalam <em>bookmark</em> pada software browsernya untuk memudahkannya mengunjungi kembali situs tadi.</p>
<p>Saya ambil contoh yang nyata yaitu web forum dan situs berita. Web-web forum yang mewadahi suatu komunitas seringkali memiliki <em>traffic</em> pengunjung yang tinggi karena mereka menawarkan informasi yang bernilai khusus bagi pengunjungnya. Situs berita pun demikian. Setiap hari beratus-ratus pengunjung datang dan menjelajahinya selama berjam-jam. Jika kita perhatikan, rata-rata web forum dan situs berita tidak memiliki desain grafis yang mewah dan jarang terdapat program interaktif yang canggih di dalamnya. Tetapi faktor konten mampu membuat pengunjungnya <em>nongkrong</em> di dalamnya selama berjam-jam dan terus kembali mengunjunginya.</p>
<p>Selain untuk membuat betah para pengunjung, dari sisi pemilik website, konten yang bernilai juga dapat meningkatkan kredibilitas. Pengunjung yang membacanya akan memahami bahwa si penulis (yang pastinya seseorang yang mempunyai peran di balik website tersebut) merupakan seorang yang menguasai bidang tersebut. Misalnya, dengan membahas suatu desain rumah bergaya Eropa dari sudut pandang arsitektur, akan meyakinkan pembaca bahwa seorang arsitek benar-benar ahli dalam hal desain rumah bergaya Eropa.</p>
<p>Akhirnya saya mengingatkan bahwa sebagian besar pengguna internet tidak mengetahui alamat URL dari website yang dikunjunginya sebelum mereka benar-benar mengunjunginya dan mengingatnya karena ada kesan tertentu yang membuatnya diingat oleh mereka. Sebagian besar mereka menemukan website yang kunjunginya dari hasil pencarian suatu search engine. Jadi, sekali mereka mengunjungi website Anda, buatlah mereka mengingat website kita dan menjadikan mereka ingin kembali mengunjunginya. Jika Anda melewatkannya, jangan berharap mereka akan berkunjung kembali karena mereka bahkan tidak mengetahui URL website Anda. Satu-satunya cara adalah dengan memperkaya website Anda dengan konten yang bernilai yang akan memberi manfaat bagi pengunjung Anda.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abaywijaya.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abaywijaya.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abaywijaya.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abaywijaya.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abaywijaya.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abaywijaya.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abaywijaya.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abaywijaya.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abaywijaya.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abaywijaya.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abaywijaya.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abaywijaya.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abaywijaya.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abaywijaya.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abaywijaya.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abaywijaya.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abaywijaya.wordpress.com&amp;blog=852343&amp;post=29&amp;subd=abaywijaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abaywijaya.wordpress.com/2008/08/05/content-is-the-king/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e582df5fef9cffec9abbcff3fc4533?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abaywijaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bekerja double agent, untung atau buntung?</title>
		<link>http://abaywijaya.wordpress.com/2008/08/02/bekerja-double-agent-untung-atau-buntung/</link>
		<comments>http://abaywijaya.wordpress.com/2008/08/02/bekerja-double-agent-untung-atau-buntung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 01:49:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Asep Bayu Ekawijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis sampingan]]></category>
		<category><![CDATA[kerja sampingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abaywijaya.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Bekerja double agent alias punya kerja sampingan memang punya dua sisi yang sama-sama berpotensi terjadi pada pelakunya. Sisi yang positif dan tentu saja kebalikannya. Kebutuhan untuk menutup beban finansial yang kian meningkat pada masa kini menuntut orang untuk mencari tambahan penghasilan. Pilihan yang paling memungkinkan adalah mencari atau menciptakan pekerjaan sampingan. Bagi yang mempunyai modal, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abaywijaya.wordpress.com&amp;blog=852343&amp;post=9&amp;subd=abaywijaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bekerja double agent alias punya kerja sampingan memang punya dua sisi yang sama-sama berpotensi terjadi pada pelakunya. Sisi yang positif dan tentu saja kebalikannya.</p>
<p><a href="http://abaywijaya.files.wordpress.com/2008/08/lady-computer.gif"><img class="size-medium wp-image-20 alignleft" src="http://abaywijaya.files.wordpress.com/2008/08/lady-computer.gif?w=199&#038;h=210" alt="Wanita berkomputer" width="199" height="210" /></a>Kebutuhan untuk menutup beban finansial yang kian meningkat pada masa kini menuntut orang untuk mencari tambahan penghasilan. Pilihan yang paling memungkinkan adalah mencari atau menciptakan pekerjaan sampingan. Bagi yang mempunyai modal, pilihan membuka pekerjaan sendiri menjadi pilihan yang menarik. Mereka bisa membuka usaha dengan mempekerjakan orang lain untuk mengelolanya. Franchise bisa jadi pilihan yang favorit. Dengan membeli royalti franchise dari franchisor yang produk dan sistemnya sudah teruji kehandalannya, mereka dapat memperoleh penghasilan tambahan yang besar tanpa harus berhenti bekerja dari tempat kerja semula.</p>
<p>Berbeda dengan mereka yang tidak mempunyai modal uang, untuk memperoleh tambahan penghasilan, mereka harus mencari pekerjaan tambahan. Idealnya pekerjaan itu dilakukan di luar jam kerja kantor tempat mereka bekerja. Bidang pekerjaannya bisa sama atau mirip dengan bidang kerja perusahaan tempat mereka bekerja, atau bisa juga berbeda sama sekali.</p>
<p>Kerja tambahan yang bidangnya sama atau mirip dengan perusahaan tempatnya bekerja memberikan beberapa keuntungan. Karena bidangnya sama, pelaku sudah berpengalaman dengan pekerjaan yang dilakukan. Dia sudah menjadi ahli dalam bidang tersebut. Misalnya seorang fotografer yang bekerja di sebuah studio foto. Dia dapat mengerjakan pekerjaan yang sama di luar studionya, misalnya menjual jasa fotografi untuk acara-acara perkawinan.</p>
<p>Sementara bagi yang kerja sampingannya berbeda sama sekali dengan bidang tempatnya bekerja membutuhkan usaha yang lebih besar. Dia harus mulai belajar bidang baru yang mungkin membutuhkan pembelajaran khusus secara teknis dan non teknis. Namun, hal tersebut tidak terlalu menjadi masalah karena banyak bidang usaha yang tidak membutuhkan keahlian khusus. Misalnya saja usaha sampingan berjualan refill pulsa telepon, bergabung dengan MLM, menjadi broker properti atau otomotif dan sebagainya.</p>
<p>Terlepas dari apa bidang usaha yang digeluti untuk sampingan dan bagaimana melakukannya, terdapat suatu kecenderungan yang biasa terjadi pada para pelaku <em>double agent</em> ini.</p>
<ol>
<li>Mereka cenderung mengalami kesulitan membagi waktu. Walaupun bisnis sampingannya diprioritaskan dikerjakan di luar jam kerja kantor, sering kali ada saat-saat terjadi bentrok jadwal kerja yang mengharuskan mereka mangkir dari tempat kerjanya. Misalnya saja jika mereka harus melakukan pertemuan langsung dengan &#8220;klien pribadinya&#8221; yang biasanya dilakukan pada jam kerja. Jika ini sering terjadi, maka akan menimbulkan masalah dengan atasan mereka dan dapat mengancam posisi mereka di perusahaan tersebut.</li>
<li>Mereka seringkali mengalami kelelahan. Karena jam kerjanya yang terlalu panjang, mereka dituntut untuk bekerja hingga larut malam. Bahkan dihari libur pun mereka tetap mengerjakan pekerjaan sampingannya itu. Alhasil, staminanya menurun yang menyebabkan konsentrasi dan semangatnya melemah. Masuk ke kantor sering telat dan sulit menyelesaikan tugas karena tidak dapat konsentrasi karena kelelahan. Juga mereka sulit menyelesaikan pekerjaan sampingannya karena kelelahan dengan pekerjaan kantornya.</li>
<li>Mereka seringkali mengalami kesulitan dalam melakukan prioritas. Baik pekerjaan kantor maupun pekerjaan sampingan sama pentingnya bagi mereka. Jika mereka melalaikan pekerjaan kantor, maka beresiko untuk posisinya di sana. Namun jika mereka melalaikan bisnis sampingannya, mereka akan mengecewakan kliennya dan terancam kehilangan pelanggan dan pesanannya.</li>
</ol>
<p>Namun terlepas dari itu semua, mempunyai pekerjaan sampingan bukan suatu dosa. Pekerjaan sampingan sanggup memberikan keuntungan yang tidak hanya finansial tetapi yang lebih penting adalah pembentukan diri kita. Dengan kerja sampingan, kita dilatih untuk menjalankan dua atau lebih komitmen yang sama-sama harus kita patuhi. Maka, agar kita tidak mengalami &#8220;buntung&#8221; gara-gara mempunyai pekerjaan sampingan maka ada tip-tip agar bisa membuat pekerjaan sampingan kita menjadi untung.</p>
<ol>
<li>Tetapkan visi untuk membangun bisnis sendiri. Kebanyakan konsultan bisnis memberikan saran kepada para profesional atau pegawai yang ingin mendirikan usaha sendiri untuk merintisnya terlebih dahulu sebagai bisnis sampingan. Jika bisnis sampingannya sudah berdiri cukup kokoh dengan ditandai dengan berkembangnya jumlah pelanggan maka mereka bisa fokus pada bisnisnya tersebut. Dengan kata lain, tetapkan mulai saat ini bahwa bisnis sampingan Anda akan dijadikan bisnis utama Anda kelak jika sudah siap. Dengan demikian maka akan muncul sebuah semangat untuk mengembangkan bisnis tersebut dengan sungguh-sungguh karena Anda berkeyakinan Anda akan menjadi pemilik bisnis sama seperti posisi boss tempat Anda bekerja sekarang.</li>
<li>Delegasikan pekerjaan. Selagi Anda masih &#8220;double agent&#8221;, Anda harus belajar bagaimana mendelegasikan pekerjaan. Anda tidak perlu terlalu terlibat terlalu teknis dalam bisnis sampingan Anda. Anda dapat merekrut satu atau dua orang untuk melakukan pekerjaan teknis yang digaji berdasarkan hasil pekerjaan yang mereka hasilkan.</li>
<li>Jaga kesehatan. Waktu kerja yang tidak terbatas menuntut Anda untuk selalu segar dan sehat. Oleh karena itu Anda harus menjaga kesehatan dengan memakan makanan sehat secara teratur, melakukan olahraga dan menggunakan waktu istirahat dengan baik.</li>
<li>Lakukan dengan bermain cantik. Ini merupakan bagian tersulit bagi para &#8220;double agent&#8221;. Hal ini terutama jika produk atau jasa yang dihasilkan bisnis sampingan Anda sama atau mirip dengan yang dihasilkan perusahaan tempat Anda bekerja sekarang. Maksudnya, lakukan bisnis Anda dengan tidak menimbulkan kompetisi langsung dengan perusahaan boss Anda. Misalnya dengan memilih segmen pasar yang berbeda, strategi harga yang berbeda atau dengan sistem pelayanan yang berbeda. Kemudian lakukanlah dengan tidak mengurangi perhatian kita pada pekerjaan di kantor. Misalnya masuk kerja tepat waktu, menyelesaikan tugas-tugas, dan, kalau perlu, jangan terlalu mengembar-gemborkan bisnis sampingan Anda kepada setiap orang di kantor Anda untuk menghindari kecurigaan atau penyalahgunaan informasi oleh karyawan lain yang mungkin tidak menyukai Anda.</li>
<li>Bermitralah dengan boss Anda. Hal ini mungkin saja dilakukan jika boss Anda merupakan pribadi yang penuh pengertian. Boss yang bijak akan memahami dan memaklumi bahwa setiap karyawannya bisa jadi pesaingnya di kemudian hari. Untuk menghindari persaingan tersebut mereka lebih baik memilih untuk bermitra dengan calon pesaingnya tersebut. Bentuk kemitraannya bisa dengan sistem sub project. Jika perusahaan boss Anda sudah mengalami overload pekerjaan karena kebanjiran pesanan, maka disitu ada peluang bagi Anda untuk menawarkan kemitraan. Boss Anda pasti akan sangat tertarik dan merasa tertolong jika pesanannya dapat diselesaikan sesuai permintaan pelanggan. Mungkin boss Anda akan memperoleh keuntungan yang berkurang karena harus sharing dengan Anda, tetapi itu akan lebih baik dibandingkan gagal memenuhi pesanan pelanggan.</li>
</ol>
<p>Ya, itulah opini saya tentang &#8220;double agent&#8221; dalam bekerja. Anda dapat menjadi double agent yang sukses namun bisa pula menjadi double agent yang gagal. Semua tergantung Anda dalam melakukannya. Yang pasti, semua pasti ada solusinya. Salam. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abaywijaya.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abaywijaya.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abaywijaya.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abaywijaya.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abaywijaya.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abaywijaya.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abaywijaya.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abaywijaya.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abaywijaya.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abaywijaya.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abaywijaya.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abaywijaya.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abaywijaya.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abaywijaya.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abaywijaya.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abaywijaya.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abaywijaya.wordpress.com&amp;blog=852343&amp;post=9&amp;subd=abaywijaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abaywijaya.wordpress.com/2008/08/02/bekerja-double-agent-untung-atau-buntung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e582df5fef9cffec9abbcff3fc4533?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abaywijaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abaywijaya.files.wordpress.com/2008/08/lady-computer.gif?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">Wanita berkomputer</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbagi Pengalaman Hidup dan Pemikiran-pemikiran Unik</title>
		<link>http://abaywijaya.wordpress.com/2007/03/08/penghantar/</link>
		<comments>http://abaywijaya.wordpress.com/2007/03/08/penghantar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2007 01:23:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Asep Bayu Ekawijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Selamat datang di situs saya ini. Situs ini memang masih baru jadi isinya masih sedikit. Tapi saya janji saya akan mengembangkan situs ini dengan informasi-informasi yang bermanfaat seputar berbagai permasalahan sehari-hari baik yang dialami langsung oleh saya atau orang lain. Dengan demikian Anda dapat memperoleh hikmah dari pengalaman-pengalaman tersebut.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abaywijaya.wordpress.com&amp;blog=852343&amp;post=1&amp;subd=abaywijaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat datang di situs saya ini. Situs ini memang masih baru jadi isinya masih sedikit. Tapi saya janji saya akan mengembangkan situs ini dengan informasi-informasi yang bermanfaat seputar berbagai permasalahan sehari-hari baik yang dialami langsung oleh saya atau orang lain. Dengan demikian Anda dapat memperoleh hikmah dari pengalaman-pengalaman tersebut.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abaywijaya.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abaywijaya.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abaywijaya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abaywijaya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abaywijaya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abaywijaya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abaywijaya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abaywijaya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abaywijaya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abaywijaya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abaywijaya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abaywijaya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abaywijaya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abaywijaya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abaywijaya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abaywijaya.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abaywijaya.wordpress.com&amp;blog=852343&amp;post=1&amp;subd=abaywijaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abaywijaya.wordpress.com/2007/03/08/penghantar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e582df5fef9cffec9abbcff3fc4533?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abaywijaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
